Rupiah bukan sekadar alat tukar — ia simbol kedaulatan bangsa. Yuk pahami sejarahnya, kenali ciri keasliannya, dan mulai rapikan catatan keuanganmu.
Perjalanan panjang di balik selembar uang yang setiap hari kita pegang.
Tak lama setelah kemerdekaan, pemerintah menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai simbol kedaulatan moneter bangsa yang baru lahir, menggantikan mata uang masa penjajahan.
Nama "Rupiah" sendiri diperkirakan berakar dari kata "rupee/rupiya" yang sudah lama dikenal di kawasan Nusantara sebagai istilah untuk uang perak.
Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2011, Rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi di wilayah NKRI. Mencintai Rupiah berarti mengenali, merawat, dan menggunakannya dengan bijak dalam transaksi sehari-hari.
Menjaga Rupiah — baik uang kertas maupun kesadaran mengelola keuangan pribadi — adalah bentuk kontribusi kecil untuk stabilitas ekonomi negara.
Kenali fitur pengaman ini agar tidak mudah tertipu uang palsu.
Logo BI pada bagian tertentu menampilkan efek tiga dimensi bila uang digerakkan atau dimiringkan.
Gambar pahlawan nasional akan tampak jelas saat diterawangkan ke arah cahaya.
Terdapat garis benang tertanam yang berubah warna dan sebagian tampak timbul ketika dimiringkan.
Nominal angka pada bagian tertentu berubah warna jika dilihat dari sudut pandang berbeda.
Beberapa bagian gambar, angka, dan huruf terasa kasar bila diraba dengan ujung jari.
Gambar saling isi yang membentuk logo BI utuh saat diterawang, serta kode raba khusus untuk tunanetra.
Uang yang terawat lebih awet beredar dan lebih mudah dikenali keasliannya.
Lipatan membuat serat kertas cepat rapuh dan robek.
Tulisan atau coretan dapat merusak fitur pengaman uang.
Lubang staples mempercepat kerusakan fisik uang kertas.
Uang yang lecek sulit dihitung mesin dan cepat lusuh.
Simpan di tempat kering; kelembapan memicu jamur pada kertas.
Geser untuk melihat fakta-fakta unik lainnya.
Ukuran fisik uang kertas Rupiah semakin besar seiring bertambahnya nominal — pecahan Rp100.000 lebih panjang dari Rp1.000.
Setiap pecahan uang kertas menampilkan potret pahlawan nasional yang berbeda sebagai bentuk penghormatan sejarah bangsa.
Bank Indonesia adalah satu-satunya lembaga yang berwenang mencetak dan mengedarkan Rupiah di Indonesia.
Wacana redenominasi Rupiah (penyederhanaan angka nominal tanpa mengurangi nilai tukar) telah dikaji Bank Indonesia sejak lama.
Motif flora dan budaya khas Nusantara turut menghiasi bagian belakang setiap pecahan uang kertas Rupiah.
Konversi cepat antara USD dan IDR memakai kurs referensi terbaru.
Menggunakan kurs 1 USD = Rp 15.500 (data sementara) sambil menunggu data live.
Setelah paham cara menjaga Rupiah secara fisik, saatnya menjaga Rupiah di dompetmu juga. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran secara praktis langsung dari chat Telegram.